sign up SIGN UP

Penting Nih untuk Anak Muda! Ini 5 Manfaat Body Neutrality bagi Kesehatan Mental yang Perlu Kamu Ketahui

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Senin, 20 Jun 2022 16:00 WIB
Penting Nih untuk Anak Muda! Ini 5 Manfaat Body Neutrality bagi Kesehatan Mental yang Perlu Kamu Ketahui
caption
Jakarta -

Body neutrality merupakan sikap menerima kondisi tubuh berdasarkan fungsinya daripada hanya berfokus pada penampilan fisik semata. Ini merupakan konsep baru yang mungkin jarang diketahui oleh kebanyakan orang.

Padahal praktik body neutrality ini memiliki banyak manfaat yang tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental seseorang. Dilansir dari Very Well Mind, berikut adalah beberapa manfaat dari body neutrality terhadap kesehatan mental seseorang!

Lebih Menghargai Tubuh

Menghakimi kondisi tubuh kita sendiri merupakan hal yang cukup sulit untuk dihentikan. Apalagi ketika media terus mencekoki kita dengan citra tubuh yang dinilai ideal menurut standar kebanyakan orang.

Menghargai tubuh/Foto: Pexels/Pavel Danilyuk
Menghargai tubuh/Foto: Pexels/Pavel Danilyuk

Mempraktikkan body neutrality akan membuat seseorang mampu berdamai dengan dirinya sehingga dapat berhenti memandang dirinya dengan buruk. Otomatis hal ini juga akan mempengaruhi cara seseorang memandang kondisi tubuh orang lain.

Lebih Berempati

Ketika seseorang sudah mulai berhenti mengkritik dan menghakimi, mereka dapat mulai membuka diri dan menerima keunikan yang dimiliki orang lain. Alih-alih memberikan penilaian baik dan buruk kepada orang lain, seseorang dapat menunjukkan empati.

Rasa empati membuat kita mampu merasa lebih terhubung dengan orang lain, alih-alih mempertahankan pola pikir kompetitif dan individualisme yang mementingkan diri sendiri. 

Mengurangi Stres

Tingkat stres yang menurun/Foto: Pexels/Miesha Maiden
Tingkat stres yang menurun/Foto: Pexels/Miesha Maiden

Seseorang dapat merasa terganggu atas kondisi tubuh mereka dalam kurun waktu yang tidak terbatas. Hal ini dapat membuat seseorang merasakan stres jangka panjang dan memberikan dampak negatif yang besar pada kondisi kesehatan tubuh.

Namun, ketika seseorang mampu menerima kondisi dan kemampuan tubuh mereka alih-alih mencoba mengubahnya sesuai standar publik, maka tingkat stres akan menurun dengan sendirinya dan menjadi lebih tenang serta bahagia.

Mengurangi Sikap Defensif

Ketika merasa cemas dan tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya, seseorang akan kesulitan berperilaku rasional. Bahkan stres yang mereka rasakan itu bisa menimbulkan reaksi spontan atau sikap defensif ketika topik yang berkaitan dengan tubuh disinggung.

Bebas dari perilaku defensif/Foto: Pexels/Oleksandr Pidvalnyi
Bebas dari perilaku defensif/Foto: Pexels/Oleksandr Pidvalnyi

Setelah mempraktikkan body neutrality, seseorang akan berdamai dengan diri sendiri sehingga mereka lebih bijak dalam menyikapi berbagai situasi yang mereka hadapi dalam hidup.

Alih-alih merasa harus kabur atau menghadapi topik sensitif dengan hati yang panas, mereka dapat lebih mengontrol dan menahan diri sebelum memberi jawaban atas pertanyaan maupun pernyataan yang mengganggu.

Mengurangi Kecemasan

Seseorang yang menginginkan perubahan pada tubuhnya, tetapi mengalami kesulitan untuk meraih tujuan itu dan seseorang yang merasa dunia memandangnya dengan penuh penghakiman akan merasakan kecemasan.

Praktik body neutrality akan mengurangi kecemasan, yakni dengan cara menjauhkan seseorang dari pola pikir negatif yang menjadi sumber rasa cemas tersebut.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fer/fer)

Our Sister Site

mommyasia.id