STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600

Benarkah Orang yang Sering Marah Berisiko Alami Hipertensi? Ini Kata Dokter

Tim Redaksi CNN Indonesia | Beautynesia
Senin, 09 Jan 2023 12:00 WIB
Benarkah Orang yang Sering Marah Berisiko Alami Hipertensi? Ini Kata Dokter

Hipertensi adalah salah satu penyakit yang menyerang banyak orang. Kondisi tekanan darah tinggi ini menempatkan pengidapnya dalam risiko bahaya yang fatal jika tak terkontrol.

Bukan hanya lansia, orang muda juga bisa mengalami hipertensi, lho, Beauties! Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan hipertensi, mulai dari pola makan, jarang bergerak, hingga menjalani hidup yang tidak sehat.

Dari sekian banyak penyebab, sebagian orang percaya bahwa suka marah-marah alias dan memiliki emosi yang meluap-lupa bisa memicu hipertensi. Lantas, benarkah marah-marah menyebabkan darah tinggi? Simak ulasan berikut ini!

Benarkah Orang yang Suka Marah-marah Bisa Berisiko Alami Hipertensi?

Ketika merasa marah/Foto: Freepik/benzoixIlustrasi marah/Foto: Freepik/benzoix

Ternyata, orang yang suka marah atau gampang emosi bisa berisiko alami hipertensi, Beauties! Dokter spesialis penyakit jantung, Vito Damay membenarkan hal tersebut. Menurutnya, seseorang yang gampang terpicu emosinya memang cenderung memiliki penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi.

"Walau tidak semua, tapi rata-rata iya [marah-marah menyebabkan darah tinggi]. Tapi, ingat juga, orang baperan dan sedih terus juga sama berisikonya. Mereka sama juga punya risiko terkena hipertensi dan serangan jantung," kata Vito saat dihubungi CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Salah satu penyebab utamanya adalah tekanan psikis, yang berpengaruh terhadap kondisi tekanan darah seseorang. Menurut Vito, akan ada hormon atau senyawa kimia yang merangsang pembuluh darah jadi lebih menguncup atau kaku saat seseorang berada dalam kondisi marah, sedih, atau kecewa.

Aries akan meluapkan agresinya pada benda-benda di sekitarnya/Foto: freepik.com/jcompIlustrasi marah/Foto: freepik.com/jcomp

Jantung juga akan berdetak lebih cepat. Hal ini menjadi faktor tekanan darah yang meningkat.

"Apabila ini menjadi kebiasaan, maka tekanan darah rata-rata akan tinggi," kata dia.

Makanya, jika seseorang tidak memiliki kemampuan mengendalikan emosi, dia akan lebih mudah terserang penyakit. Salah satunya darah tinggi.

"Sehingga perlu memiliki kemampuan mengendalikan emosi dan psikis untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan darah tinggi," kata Vito.

Pentingnya Mengelola Emosi

Ilustrasi meditasi/ Foto: Freepik.com/jcompIlustrasi mengelola emosi/ Foto: Freepik.com/jcomp

Risiko hipertensi juga berlaku bagi mereka yang memiliki kondisi psikis tak stabil tapi menjalani gaya hidup sehat. Utamanya, jika orang tersebut tak bisa mengendalikan emosinya.

"Ya, tetap ada karena marah-marah atau tidak bisa mengendalikan emosi itu salah satu faktor risiko. Jadi kalau faktor lain tidak ada, tapi marah-marah mulu, ya, tetap berisiko dong," kata dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Sawah Besar, Jakarta Pusat Andi Khomeini, secara terpisah.

Untuk informasi selengkapnya, lanjutkan membaca DI SINI.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE