sign up SIGN UP

Bukan Sekadar Sulit Tidur, Ini 4 Jenis Insomnia yang Perlu Kamu Tahu

Febriyani Rahmania | Selasa, 23 Nov 2021 18:30 WIB
Bukan Sekadar Sulit Tidur, Ini 4 Jenis Insomnia yang Perlu Kamu Tahu
Gangguan tidur insomnia ada banyak macamnya, kamu pernah mengalami tipe yang mana? (Foto: pexels.com/cottonbro)
Jakarta -

Malam merupakan waktu yang baik untuk beristirahat bagi manusia. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa sel-sel pada tubuh akan melakukan regenerasi ketika kita tertidur dan beberapa organ tubuh lain bekerja lebih baik ketika malam hari.

Sayangnya, nggak semua orang bisa tidur dengan baik ketika malam hari. Alih-alih tidur, beberapa orang mengalami kesulitan untuk memejam dan tertidur. Dalam medis, gangguan tidur ini dikenal sebagai insomnia. Dikutip dari Medicine Net, insomnia juga diiringi oleh gejala lain, seperti sifat lekas marah, masalah konsentrasi, memori yang buruk, sering sakit kepala, dan beberapa gangguan lainnya.

Banyak penyebab terjadinya insomnia. Dikutip dari Self, stres tinggi, pengobatan, kondisi kamar, dan asupan makanan disebut sebagai penyebab seseorang terjaga di malam hari. Di samping itu, insomnia tidak hanya tentang susah tidur, melainkan memiliki beberapa tipe atau tingkatan yang perlu kamu ketahui. Dihimpun dari Health Line, berikut ulasannya.

Insomnia Akut

Kesulitan tidurIlustrasi insomnia. (Foto: Freepik.com/Wayhomestudio) / Foto: Octavia Tunggal Dewi

Jenis insomnia ini merupakan insomnia jangka pendek. Biasanya, gangguan susah tidur yang dialami seseorang pada tingkatan ini berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu. Dikatakan oleh Health Line, insomnia akut adalah jenis insomnia yang paling umum.

Biasanya, insomnia akut terjadi karena penyesuaian pasca mengalami peristiwa yang membuat stres, seperti kematian, perceraian, dan kecemasan. Namun, tidak menutup kemungkinan faktor lingkungan juga berpengaruh, seperti kebisingan, cahaya, penyakit, konsumsi obat, dan tempat baru.

Insomnia Kronis

Ilustrasi sebaiknya jauhkan gadget sebelum tidur/ Foto: Freepik.comIlustrasi insomnia. (Foto: Freepik.com) / Foto: Budi Rahmah Panjaitan

Satu tingkat lebih tinggi dari insomnia akut, insomnia dianggap kronis apabila kamu kesulitan tidur dalam waktu tiga hari per minggu dalam waktu sebulan. Dikutip dari Health Line, insomnia kronis dapat bersifat primer atau sekunder.

Insomnia kronis primer atau yang juga disebut insomnia idiopatik merupakan insomnia yang tidak memiliki penyebab yang jelas atau kondisi medis yang mendasarinya, sedangkan insomnia sekunder atau insomnia komorbiditas terjadi dengan kondisi lain.

Umumnya, insomnia jenis ini disebabkan oleh kondisi medis kronis, seperti diabetes, penyakit parkinson, hipertiroidisme, dan apnea tidur obstruktif dan sentral, kondisi kesehatan mental, obat-obatan, kafein dan stimulan lainnya, faktor gaya hidup termasuk shifting pekerjaan,

Insomnia Onset

Dikutip dari Health Line, insomnia onset ialah kesulitan memulai tidur. Jenis insomnia ini bisa bersifat jangka pendek atau kronis. Umumnya, jenis insomnia ini terjadi karena masalah psikologis atau psikiatri, termasuk stres, kecemasan, atau depresi.

Insomnia dan berkurangnya energi tanda stres/ Foto: Freepik.comIlustrasi insomnia. (Foto: Freepik.com) / Foto: Budi Rahmah Panjaitan

Namun, menurut sebuah penelitian pada 2009, orang-orang yang mengalami insomnia onset juga memiliki gangguan tidur lain, seperti sindrom kaki gelisah. Ditambah asupan kafein berlebih yang mendukung gangguan tidur ini terjadi.

Insomnia Maintanance

Insomnia maintanance atau insomnia pemeliharaan merupakan kondisi di mana seseorang bangun terlalu dini dan mengalami kesulitan untuk tidur lagi. Gangguan tidur ini kerap membuat penderitanya cemas karena tidak bisa tidur dan kekurangan jam tidur. Jika dibiarkan, insomnia jenis ini hanya akan menciptakan lingkaran setan yang tak berkesudahan.

Seorang dengan zodiak Gemini  tidak akan mendapatkan tidur nyenyaknya begitu saja, ketika insomnia menguasai mereka maka mereka akan kesulitan untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik.Ilustrasi insomnia. (Foto: freepik.com) / Foto: Intan Dwi

Akhir kata, jika kamu mengalami kesulitan tidur dan merasa ada penurunan produktivitas di siang hari selama beberapa minggu, segera temui dokter untuk mengatasinya, ya, Beauties. Jika kamu mengabaikan gejala tersebut, tidak menutup kemungkinan insomniamu meningkatkan risiko depresi dan kondisi serius lainnya.

[Gambas:Youtube]

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI

(fer/fer)

Our Sister Site

mommyasia.id