11 Santriwati Diduga Jadi Korban Pencabulan 4 Ustaz Ponpes di Depok: Sudah Melapor Tapi Malah Diancam
Kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan kembali bikin geger. Sekitar 11 santriwati diduga menjadi korban pencabulan ustaz di sebuah pondok pesantren di Depok, Jawa Barat. Diduga ada 5 pelaku yang melakukan aksi keji tersebut, yaitu 4 ustaz dan 1 kakak kelas korban.
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut sederet fakta soal 11 santriwati yang diduga jadi korban kekerasan seksual oleh ustaz ponpes di Depok!
Sudah Terjadi Selama Setahun
Menurut pengacara korban, Megawati, aksi bekat para pelaku telah terjadi dalam satu tahun belakangan. Namun, dugaan pencabulan tersebut baru terungkap sepekan lalu.
Aksi para pelaku terungkap ketika para korban pulang ke rumah orang tuanya. Para korban diketahui selama ini mondok di pondok pesantren tersebut.
11 Santriwati Diduga Jadi Korban Pencabulan
Ilustrasi korban/ Foto: Getty Images/CareyHope |
Berdasarkan hasil koordinasi dengan keluarga para santriwati, total ada 11 santriwati yang diduga telah menjadi korban pencabulan di pondok pesantren tersebut. Tiga di antaranya berusia 8-11 tahun.
Namun dari 11 orang yang dilecehkan, yang berani melapor baru lima orang, dan sedang menjalani pemeriksaan 3 orang.
"Dari 11 orang yang dilecehkan yang berani untuk speak up hanya lima orang, tapi sekarang yang diperiksa baru tiga orang," ujar Megawati, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (29/6), dikutip dari detikNews.
Korban Diduga Dilecehkan di Kamar Mandi hingga Ruangan Kosong
Menurut penuturan Megawati, para korban dicabuli di sebuah kamar kosong yang berada di pondok pesantren tersebut.
"Jadi setiap malam mereka datang ke kamar itu dibekap dan dilakukan itu (pelecehan) dan ada yang di kamar mandi, ada yang di ruangan kosong," ungkap Megawati.
Melapor ke Ponpes, Korban Malah Dapat Ancaman
Ilustrasi korban/ Foto: Pexels/Rodnae Productions |
Para santriwati yang diduga menjadi korban pencabulan telah berupaya meminta pertanggungjawaban dari pondok pesantren.
Namun bukannya bantuan, justru ancaman yang didapat. Mereka diminta untuk tidak memberitahu orangtua.
"Anak-anak itu sudah lapor ke pihak pondok pesantren, ke kepala santriwati dan tanggapannya bahwa di situ sebagai ancaman dibilang bahwa 'jangan kasih tahu sama ibu kamu ya. Kasihan nanti ibu kamu malah kepikiran'. Jadi dari ancaman itu anak-anak tidak berani lapor ke orang tuanya," katanya.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
Ilustrasi korban/ Foto: Getty Images/CareyHope
Ilustrasi korban/ Foto: Pexels/Rodnae Productions