STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Bukan Karena Penampilan, Ini 6 Alasan Seseorang Merasa Tidak Dicintai

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Jumat, 17 Jun 2022 18:30 WIB
Bukan Karena Penampilan, Ini 6 Alasan Seseorang Merasa Tidak Dicintai

Perasaan dicintai membuat seseorang merasa penting, dibutuhkan, dan bisa menjalani berbagai pengalaman buruk dalam hidupnya. Namun, beberapa orang mengalami masalah yang membuat mereka kerap merasa tidak dicintai.

Perasaan tidak dicintai biasanya tidak berhubungan dengan penampilan fisik seseorang, cara mereka berjalan, berbicara, atau bahkan tingkah unik yang mereka tunjukkan. Perasaan tidak dicintai yang akan dibahas di sini cenderung berkaitan dengan pikiran atau mental seseorang. Dilansir dari Do Mental, berikut ulasannya!

Rendahnya Kepercayaan Diri

Rasa percaya diri rendah membuat seseorang merasa tak dicintai/Foto: Pexels/Steven Arenas
Rasa percaya diri rendah membuat seseorang merasa tak dicintai/Foto: Pexels/Steven Arenas

Rasa percaya diri yang rendah membuat seseorang berpikir bahwa eksistensi mereka sangat kecil dampaknya bagi orang lain. Hal ini bisa menyebabkan timbulnya pikiran dan tindakan negatif terhadap diri sendiri.

Orang dengan kepercayaan diri yang rendah cenderung mengabaikan kelebihannya dan lebih berfokus pada kesalahan, kekurangan, dan kegagalannya. Ini biasanya akan membuat mereka kesulitan berhubungan dengan orang lain.

Masalah Pengabaian

Diabaikan di masa lalu membuat seseorang susah memercayai dan tidak ingin mengandalkan orang lain. Mereka akan merasa bahwa  kehadiran mereka tidak dihargai dan tidak penting sehingga mereka akan sangat sensitif terhadap pendapat orang lain dan kelihatan sangat bergantung ketika sudah memiliki pasangan.

Masalah ini juga bisa memicu munculnya masalah mental lain, seperti depresi dan gangguan kecemasan.

Perhatian Selektif

Selective attention membuat seseorang hanya memerhatikan sebagian informasi dan mengabaikan sisanya/Foto: Pexels/Palu Malerba
Selective attention membuat seseorang hanya memerhatikan sebagian informasi dan mengabaikan sisanya/Foto: Pexels/Palu Malerba

Perhatian selektif atau selective attention adalah situasi ketika seseorang hanya menaruh perhatian terhadap beberapa informasi dan mengabaikan sisanya. Filter yang menentukan fenomena ini relatif pada masing-masing individu.

Seseorang yang percaya bahwa mereka penuh kekurangan dan tidak pantas untuk menerima kasih sayang hanya akan memperhatikan pengalaman yang dapat mengonfirmasi keyakinannya itu.

Ingatan Selektif

Seperti pada kasus perhatian selektif, orang yang insecure dan memiliki rasa percaya diri yang rendah akan menyimpan memori tertentu yang membuat mereka tersugesti dan makin merasa tidak dicintai.

Mereka biasanya hanya melihat situasi dari sudut pandang sempit yang, tentu saja, makin mengonfirmasi ketakutan dan perasaan tidak berharga yang mereka rasakan.

Depresi

Depresi/Foto: Pexels/Nathan Cowley
Depresi/Foto: Pexels/Nathan Cowley

Seseorang yang mengalami depresi akan selalu merasa tidak berharga dan menyugesti diri bahwa apa pun yang mereka lakukan akan selalu berakhir dengan buruk. Dihantui rasa putus asa seperti ini bisa memengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir jernih.

Gangguan Kepribadian Ambang

Gangguan yang biasa dikenal juga dengan istilah borderline personality disorder ini membuat seseorang merasa malu atas dirinya. Hal ini membuat mereka takut ditinggalkan atau merasa tidak dicintai oleh orang terdekatnya sehingga akan kesulitan untuk mengembangkan dan mempertahankan jati dirinya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fer/fer)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE