sign up SIGN UP

Jangan Tertukar, Ini 3 Perbedaan Utama Body Positivity dan Body Neutrality

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Selasa, 21 Jun 2022 18:30 WIB
Jangan Tertukar, Ini 3 Perbedaan Utama Body Positivity dan Body Neutrality
Meskipun sama-sama berperan untuk mewujudkan kesehatan mental, ada perbedaan cukup mendasar antara body positivity dan body neutrality. (Foto: Getty Images/LaylaBird)
Jakarta -

Dalam kehidupan manusia, kerap muncul standar-standar yang terbentuk akibat preferensi dominan di masyarakat. Contohnya, standar bahwa cantik itu harus putih dan kurus.

Seiring berjalannya waktu, banyak golongan yang akhirnya mencoba melawan dan menghapuskan standar-standar relatif tersebut dengan menciptakan gerakan seperti body positivity dan body neutrality.

Sekilas, gerakan yang sama-sama bertujuan untuk mendorong diri sendiri untuk bahagia, tak peduli bagaimana pun penampilan fisik kita, ini tampak serupa. Namun, ada beberapa poin berbeda yang dimiliki oleh masing-masing gerakan tersebut, seperti yang dilansir dari Very Well Mind ini!

Hal yang Ditekankan

Body positivity vs body neutrality/Foto: Pexels/Tim Mossholder
Body positivity vs body neutrality/Foto: Pexels/Tim Mossholder

Perbedaan pertama yang cukup signifikan antara body positivity dengan body neutrality adalah hal yang ditekankan oleh masing-masing pendekatan tersebut. Jika body positivity menekankan bahwa seseorang harus percaya diri dengan bentuk tubuhnya, maka body neutrality menekankan terhadap fungsi dari tubuh seseorang.

Singkatnya, penganut body positivity akan mencoba menyugesti diri agar lebih percaya diri terhadap penampakan atau penampilan fisik, sedangkan orang yang mengadopsi body neutrality akan menyugesti dirinya bahwa yang terpenting adalah apa yang bisa dilakukannya dengan tubuhnya itu.

Hal yang Dianjurkan

Sekilas tampak mirip/Foto: Pexels/Designecologist
Sekilas tampak mirip/Foto: Pexels/Designecologist

Penganut body positivity tentu tidak asing dengan kalimat-kalimat sugestif yang berfungsi sebagai afirmasi terhadap penampilan tubuhnya, mengingat hal-hal positif yang mereka putar di dalam kepala mereka itu bisa memengaruhi mental mereka agar mencintai penampilannya dan meyakini bahwa tidak ada yang salah dengan tubuhnya.

Sementara itu, penganut body neutrality lebih condong kepada anjuran-anjuran untuk memandang penampilan dan bentuk tubuh yang dimilikinya dengan pikiran terbuka dan tanpa tendensi untuk menghakimi.

Hal yang Difokuskan

Dari beberapa poin di atas dan berbagai wacana mengenai body positivity yang kerap wira-wiri di beberapa media, bisa dilihat secara garis besar mengenai hal yang menjadi fokus dari pendekatan body positivity, yakni pentingnya mencintai tubuh yang dimiliki, tidak peduli gemuk atau kurus dan tinggi atau pendek.

Perbedaan fokus antara body positivity dan body neutrality/Foto: Pexels/Alesia Kozik
Perbedaan fokus antara body positivity dan body neutrality/Foto: Pexels/Alesia Kozik

Namun, mungkin belum banyak yang memahami fokus perhatian dari body neutrality yang baru berkembang di tahun 2015 silam. Body neutrality sama sekali tidak memandang tubuh seseorang sebagai sebatas penampilan fisik semata, tetapi sebagai sebuah tempat dari berbagai organ dan anggota tubuh yang lengkap dan dapat berfungsi sebagaimana kodratnya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fer/fer)

Our Sister Site

mommyasia.id