7 Kebiasaan Diet Orang Buddha yang Bisa Kamu Lakukan untuk Turunkan Berat Badan, Boleh Cheating!

Cica Rahmania | Beautynesia
Senin, 04 Apr 2022 13:45 WIB
Orang Buddha punya beberapa aturan diet yang bisa menurunkan berat badan. (Foto: freepik.com/freepik)

Diet masih menjadi metode paling banyak dilakukan orang-orang yang ingin menurunkan berat badan. Secara harfiah, diet sendiri memiliki aturan pola makan khusus untuk kesehatan. Biasanya, aturan-aturan tersebut didapat atas petunjuk dokter atau ahli profesional.

Namun, upaya aturan pola makan untuk penurunan berat badan tidak hanya ada di dunia kedokteran. Secara spiritual, ada agama yang mengajarkan diet atau pola makan khusus yang berefek pada turunnya berat badan. Salah satunya ialah Buddha.

Penulis dan ilmuwan data Dan Zigmond menuangkan apa yang ia yang diperoleh dari ajaran Buddha dan dari ilmu diet modern ke dalam buku berjudul Buddha's Diet: The Ancient Art of Losing Weight Without Losing Your Mind.

Ilustrasi diet. / Foto: pexels.com/MikhailNilov

Dikutip dari Health, kunci dari keberhasilan diet orang Buddha adalah diet dengan batasan waktu-kadang-kadang dikenal sebagai puasa intermiten. Diet ini meminta pelakunya untuk berkonsentrasi pada saat makan, dan secara bertahap memanjangkan rentang waktu puasa.

Berikut ini adalah tujuh kiat yang dapat membantu kamu menjadi kurus dan tetap sehat menurut cara Buddha. Dihimpun dari Health, let's scroll down!

Catat Berat Badan

Ilustrasi timbangan. (Foto: freepik.com) / Foto: Lifia Mawaddah Putri

Zigmond menyarankan pelaku diet Buddha ini untuk menimbang diri mereka sendiri setiap hari. Hal ini dipercaya bisa mengendalikan diet dan kesehatan serta melacak cara mana yang berhasil dan tidak dalam diet. Jangan takut naik turun.

Makan yang Kamu Inginkan

Mungkin poin ini bertentangan dengan aturan diet yang selama ini kamu tahu, tapi dalam diet ini tidak ada aturan keras dan cepat tentang apa yang boleh dan tidak boleh dimakan. "Yang paling penting adalah makan makanan yang kamu suka dan merasa kenyang," tulis Zigmond.

Ilustrasi makan. (Foto: pexels.com/polina-tankilevitch)

Menurut Zigmond, diet yang membuat kamu sengsara bukanlah diet yang akan bertahan lama. Jadi, daripada labeling "baik" dan "buruk" terhadap makanan, lebih baik pikirkan makanan apa yang berguna bagi tubuhmu. 

Boleh Cheating

Diet Buddha memperbolehkan pelakunya untuk cheating, bahkan bukan hanya sekali atau dua kali, lho, Beauties, melainkan memotivasinya sesering mungkin.

Mengutip penelitian, menurut Zigmond, berbelanja secara teratur sebenarnya dapat meningkatkan metabolisme dan menyebabkan tubuh membakar lebih banyak kalori dan mengatur ulang hormon pengontrol nafsu makan.

Diet Buddha mempersilakan kamu untuk cheating satu kali per minggu. Pada saat cheating, kamu bisa makan di luar jadwal diet. Jadi, kamu bisa datang ke pesta atau makan keluar bersama teman-teman.

Olahraga Saat Perut Kosong

Ilustrasi disiplin olahraga. (Foto: Freepik.com/tirachardz)

Banyak orang mengira bahwa olahraga bisa membakar lemak banyak, padahal menurut Zigmond, kenyataannya tidak selalu demikian. Sebaliknya, olahraga malah membuat kamu lapar. Jadi, diet tak melulu harus olahraga, tapi diet yang baik akan memotivasi kamu menikmatinya.

Kendati begitu, Buddha mengajarkan bahwa kebugaran fisik dapat membantu menjaga pikiran yang kuat dan jernih. Zigmond merekomendasikan untuk olahraga saat perut kosong, karena bisa membakar 20% lebih banyak lemak daripada saat perut terisi.

Jangan Sisakan Makanan

Alih-alih berhenti makan saat piring masih penuh dengan alasan menjaga berat badan, diet Buddha menuntut pelakunya agar lebih mindful dalam memaknai rasa lapar. Kamu perlu mengukur porsi makan kamu dengan benar.

Ilustrasi makanan. (Foto: pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Jangan sampai ada kelebihan yang terbuang atau terpaksa kamu makan sehingga mengurangi esensi diet yang sedang kamu lakukan.

Bersyukur

Menurut Zigmond, ketika kamu berpikir lebih dalam tentang asal makanan, hal tersebut dapat membantu kamu lebih baik dalam memilih makanan. Pemikiran ini pada akhirnya menumbuhkan rasa syukur atas makanan yang kamu makan. Cobalah mengucapkan syukur dengan sadar dan dengan caramu sendiri ketika bertemu makanan.

Fokus pada Diri Sendiri

Diet Buddha meminta pelakunya untuk memperhatikan jam dan memikirkan tentang apa yang akan dimakan dan kapan. Menurut Zigmond, tanpa disadari, hal tersebut menyebabkan kamu bisa sedikit lebih fokus.

Ilustrasi fokus. (Foto; Freepik.com/lookstudio) 

Ketika kamu benar-benar fokus, kamu mulai menyadari bahwa kamu makan ketika kamu tidak benar-benar lapar. "Sang Buddha tidak ingin siapa pun menerima apa yang dia katakan dengan keyakinan," tambah Zigmond.

Itulah tujuh kebiasaan yang bisa jadi kiat untuk kamu menurunkan berat badan. Untuk menjalani diet ini, kamu nggak harus jadi Buddhis, kok, Beauties. Kamu hanya butuh waktu, timbangan, pikiran terbuka, dan kemauan untuk menahan keroncongan selama beberapa minggu.

Lebih lanjut, menurut Zigmond, diet Buddha bukan hanya rencana makan, tetapi sistem kalibrasi dan keseimbangan seumur hidup. Mungkin kamu hanya akan merasakan turun beberapa kilogram, tetapi mungkin kamu lebih merasa mindful dan sejahtera secara keseluruhan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fer/fer)
Loading ...
Tonton video di bawah ini ya, Beauties!
4 Manfaat Makan Tempe, Baik untuk Diet Sehat