STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Awas Kena Jebakan, 6 Red Flag pada Label Nutrisi dalam Produk Makanan Ini Mesti Kamu Perhatikan!

Nisrina Salsabila | Beautynesia
Jumat, 11 Nov 2022 06:45 WIB
Awas Kena Jebakan, 6 Red Flag pada Label Nutrisi dalam Produk Makanan Ini Mesti Kamu Perhatikan!

Ketika kamu membeli suatu produk makanan di supermarket, apakah kamu pernah membaca label nilai gizinya? Membaca label makanan merupakan salah satu cara untuk mengetahui nilai gizi makanan kemasan.

Namun sayang, banyak orang tidak melakukannya, entah karena malas atau pun tidak mengerti. Padahal, banyak makanan, bahkan yang dipasarkan sebagai makanan sehat, ternyata mengandung bahan-bahan tambahan yang tidak dibutuhkan tubuh.

Jadi untuk memastikan kamu membuat pilihan yang sehat, kamu harus cukup cerdas dalam membaca label informasi nilai gizi sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya.

Melansir dari laman Houston Methodist, simak beberapa red flag pada label makanan yang harus kamu perhatikan.

1. Gula Tambahan

reg flag pada label nutrisi
Informasi nilai gizi pada label produk makanan/Foto: Freepik/xejane

Suatu produk makanan atau minuman kemasan umumnya mengandung gula tambahan supaya rasanya lebih enak. Gula tambahan biasanya ditulis berupa sirup jagung tinggi fruktosa, isomalt, atau sorbitol.

Sementara itu, mengutip Walker Methodist, pemanis buatan seperti aspartame, sucralose, dan sakarin mungkin memiliki lebih rendah kalori daripada gula alami. Tetapi karena kalorinya lebih rendah, beberapa penelitian menunjukkan bahwa otak akan merespon kita untuk makan lebih banyak.

Berbeda dengan gula alami dalam makanan utuh, manusia sebetulnya tidak butuh asupan gula tambahan. Sebab, itu merupakan kalori kosong yang berpotensi menyebabkan berat badan bertambah, obesitas, hingga risiko diabetes tipe 2.

Angela Snyder, ahli diet kesehatan di Houston Methodist menyebutkan, tujuannya bukanlah menghilangkan gula tambahan dalam makanan sehari-hari. Seseorang hanya perlu melihat label informasi nilai gizi supaya mereka bisa memastikan berapa banyak tambahan gula yang dikonsumsi.

Ahli gizi merekomendasikan untuk memilih makanan yang mengandung maksimal 5 gram gula tambahan per porsi.

2. Natrium/Sodium

Percaya atau tidak, lebih dari 70% asupan garam kita berasal dari natrium/sodium yang ditambahkan dalam makanan kalengan seperti kornet dan sarden atau makanan olahan berupa sosis dan nugget. Padahal, mengonsumsi terlalu banyak garam dari waktu ke waktu dapat menimbulkan masalah utama risiko tekanan darah tinggi.

US Food and Drug Administration (USDA) merekomendasikan untuk membatasi natrium pada makanan tidak lebih dari 140 miligram per porsi.

3. Lemak Trans

Ramen, Instant Noodle, Asian Cuisine.Mi instan/ Foto: Getty Images/iStockphoto/4kodiak

Lemak trans adalah jenis lemak jenuh yang sering ditambahkan ke makanan untuk memperpanjang umur simpan dan mencegah makanan rusak. Lemak trans banyak ditemukan dalam produk margarin, krimer non-diary, roti, biskuit, dan mi instan.

Lemak trans dinilai dua kali lebih berbahaya daripada lemak jenuh karena meningkatkan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan kolesterol HDL (kolesterol baik).

Meski begitu, tak jarang beberapa produsen hanya mencantumkan jumlah total lemak pada label, tanpa menyertakan informasi jumlah lemak jenuh atau lemak trans. Oleh karena itu, disarankan hindari makanan dengan kandungan lemak lebih dari 15 gram.

4. Kalori

Kalori ialah jumlah energi yang dikonsumsi dalam seporsi makanan. Para ahli gizi menyarankan untuk perhatikan jumlah kalori dari lemak pada makanan. Sebagai aturan umum bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan, kamu harus menjaga asupan 300-500 kalori dalam satu kali makan.

5. Ukuran Penyajian

Tebak Kepribadian Berdasarkan Cara MakanIlustrasi makan/ Foto: Freepik.com

Setiap label makanan akan menunjukkan takaran saji atau ukuran porsi, yakni berapa banyak makanan atau minuman dalam satu porsi. Ini biasanya tertulis dalam ukuran buah, cup, butir, atau gramasi.

Bila jumlah porsimu berlipat ganda, maka jumlah takaran lemak jenuh, tambahan gula, dan garam yang kamu konsumsi juga berlipat ganda. Jadi, pastikan kamu mengecek informasi takaran saji karena terkait dengan jumlah kalori dan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.

6. Daftar Bahan yang Panjang

Sebagai aturan umum, daftar bahan makanan yang isinya terdiri dari lima bahan atau lebih sedikit akan cenderung lebih sehat, karena tandanya makanan tersebut melewati sedikit proses. Walau pun, ada juga beberapa makanan sehat yang menuliskan daftar bahan panjang karena mengandung banyak bumbu dan rempah-rempah. Namun, itu bisa menjadi sinyal bahwa pemeriksaan lebih dekat diperlukan.

_____________

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE