sign up SIGN UP

Bukan Lagi Diet, 7 Jenis Penyakit Ini Ternyata Dimulai dengan Penurunan Berat Badan Drastis!

Rizqa Fitriana | Beautynesia
Minggu, 19 Jun 2022 07:30 WIB
Bukan Lagi Diet, 7 Jenis Penyakit Ini Ternyata Dimulai dengan Penurunan Berat Badan Drastis!
caption

Terjadinya penurunan berat badan memang diidamkan oleh sebagian orang. Pasalnya, mendapatkan tubuh yang kurus menjadi target para pelaku diet.

Tapi apa jadinya kalau tiba-tiba berat badan kamu merosot tajam tanpa melakukan diet? Hati-hati, lho, kalau itu sampai terjadi kamu perlu melakukan check up kesehatan untuk mengetahui apakah ada yang salah dengan tubuh kamu.

Hal ini dikarenakan penurunan berat badan yang tiba-tiba merupakan gejala awal dari adanya penyakit yang menggerogoti tubuh kamu. Dilansir dari The Healthy, ada beberapa penyakit yang memicu penurunan berat badan secara drastis. Simak yuk!

1. Malnutrisi

Malnutrisi/ Foto: unsplash.com/Olenka Kotyk
Malnutrisi/ Foto: unsplash.com/Olenka Kotyk

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Medical Science Monitor menyebutkan bahwa sekitar 50 persen pasien rumah sakit kekurangan nutrisi. Dana Greene, RD, seorang noutrisionist dari Boston menyebutkan jika kekurangan nutrisi terjadi cukup lama dapat mengakibatkan penurunan berat badan yang drastis.  

Meskipun hal ini rentan terjadi kepada lansia, diet dengan nutrisi tidak seimbang juga bisa menyebabkan malnutrisi pada orang yang muda. Jadi, sangat penting untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian dengan makanan seimbang yang mengandung protein, lemak, dan karbohidrat.

2. Hipertiroid

Hipertiroid/ Foto: freepik.com/Jcomp
Hipertiroid/ Foto: freepik.com/Jcomp

Penurunan berat badan secara tiba-tiba juga bisa menjadi tanda adanya penyakit kelenjar tiroid atau hipertiroid, seperti penyakit Graves. Penyakit ini merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid secara berlebihan.

Dokter spesialis endokrin di Rumah sakit Lenox Hill New York, Caroline Korsten Messer, MD mengatakan, selain penyakit Graves, hipertiroid juga bisa disebabkan oleh faktor lain yang sebaiknya dilakukan pengecekan melalui tes darah. Untungnya, penyakit hipertiroid bisa disembuhkan dengan penanganan yang tepat. Hal ini seperti yang juga dialami oleh Indra Bruggman. Baca artikel lengkapnya di sini. 

3. Kanker

Kanker/ Foto: pexels.com/Shvets Production
Kanker/ Foto: pexels.com/Shvets Production

Ada beberapa tipe kanker yang menyebabkan merosotnya berat badan, seperti leukimia, kanker paru-paru, kanker pankreas, kanker payudara dan kanker usus besar. Sebagian kanker mempercepat metabolisme atau melepaskan protein inflamasi.

Selain itu, letak kanker juga mempengaruhi berat badan. Kanker pankreas menyebabkan perut terasa cepat kenyang dan kanker esofagus membuat penderitanya kesulitan menelan sehingga nafsu makan berkurang.

4. Diabetes

Diabetes/ Foto: pexels.com/Photomix Company
Diabetes/ Foto: pexels.com/Photomix Company

Diabetes tipe 2 sering dikaitkan dengan kenaikan berat badan, tapi ternyata penurunan berat badan juga merupakan salah satu gejala diabetes.

Diabetes terjadi karena produksi hormon insulin yang tidak cukup sehingga tubuh membakar lemak dan massa otot dan mengakibatkan penurunan berat badan.

5. Penyakit Celiac

Penyakit celiac/ Foto: freepik.com
Penyakit celiac/ Foto: freepik.com

Kehilangan berat badan juga menandakan adanya gangguan usus berupa penyakit celiac. Penyakit ini disebabkan oleh intoleransi terhadap makanan yang mengandung gluten seperti gandum, pasta dan roti.

Asisten profesor di klinik medis Touro College of Osteopathic Medicine in Harlem, New York mengatakan penyakit celiac menyebabkan kerusakan lapisan usus sehingga kehilangan kemampuannya menyerap nutrisi dari makanan yang pada akhirnya membuat penderita mengalami penurunan berat badan.

6. Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis/ Foto: unsplash.com/Towfiqu Barbhuiya
Rheumatoid arthritis/ Foto: unsplash.com/Towfiqu Barbhuiya

Rheumatoid arthritis (RA) merupakan gangguan inflamasi kronis yang mengakibatkan penurunan berat badan yang tidak diinginkan. Penyakit ini memicu peradangan pada sendi yang mengakibatkan produksi hormon sitokin secara berlebihan yang meningkatkan metabolisme sehingga massa tubuh berkurang.

7. Penyakit Addison

Penyakit addison/ Foto: unsplash.com/Anh Nguyen
Penyakit addison/ Foto: unsplash.com/Anh Nguyen

Penderita penyakit Addison tidak memiliki hormon stres atau kortisol yang cukup dalam tubuh karena rusaknya kelenjar adrenal. Jadi, ketika stres melanda, tubuh tidak bisa merespon stres (misalnya melawan infeksi) secara normal.

Pengidap penyakit ini kehilangan berat badan. Gejala lain seperti mual, tekanan darah rendah dan munculnya hiperpigmentasi kulit menyerupai bronze di area siku dan lutut.

_______________

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id