sign up SIGN UP

Duh, Mengurangi Karbohidrat Malah Bisa Bikin Berat Badan Naik, lho! Ini Penjelasan Ahli

Salsabila Pratiwi | Beautynesia
Minggu, 29 May 2022 09:30 WIB
Duh, Mengurangi Karbohidrat Malah Bisa Bikin Berat Badan Naik, lho! Ini Penjelasan Ahli
caption

Pola makan rendah karbohidrat sangat terkenal karena kebanyakan orang memilih pendekatan ini untuk menurunkan berat badan. Apakah kamu pernah mencobanya dan berhasil, Beauties? Faktanya, menurut Web MD, diet yang mengurangi karbohidrat ini disebut diet ketogenik dan metodenya cenderung membatasi karbohidrat 20 hingga 50 gram setiap hari.

Walaupun banyak orang yang merasa berhasil dengan cara ini, ada beberapa fakta lain yang harus kamu ketahui, nih. Ketika seseorang mengurangi karbohidrat dalam dietnya, malah sebenarnya bisa memungkinkan terjadinya kenaikan berat badan, lho!

Wah, kok bisa, ya? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Menurunkan Berat Badan Ketika Mengurangi Karbohidrat

5 Tips Diet Ini Sering Diremehkan, Padahal Ampuh Turunkan Berat Badan!/Foto: pexels.com/Ketut SubiyantoIlustrasi berat badan/ Foto: Pexels

Glukosa atau karbohidrat adalah sumber energi utama yang akan digunakan tubuh sebagai energi. Tanpa mengonsumsinya, tubuh kemudian akan beralih ke simpanan cadangan di hati yang disebut glikogen. Seiring waktu, itu pun akan habis dan menyebabkan tubuh memilih sumber bahan bakar alternatif. 

Ketika karbohidrat terbatas dan tubuh tidak memiliki cukup glukosa untuk memberi makan dirinya sendiri, ketosis nutrisi dimulai. Proses dari ketosis nantinya akan menjadi sumber bahan bakar yang digunakan tubuh. Lalu jika tubuh perlu melakukan perubahan menyeluruh seperti bahan bakar 'pengganti' yang digunakannya sebagai sumber energi, tidak mengherankan jika kamu akan melihat perubahan lain di dalam tubuh. 

Menurut artikel tahun 2020 yang diterbitkan di StatPearls dan dilansir oleh Health Digest, diet rendah karbohidrat cenderung menyebabkan penurunan berat badan karena kehilangan air yang bersamaan dengan kehilangan lemak dalam tubuh. Alasan di balik hilangnya air dengan cepat adalah karena tubuh beralih ke simpanan glikogen saat karbohidrat dihilangkan.

Ketika tubuh memetabolisme glikogen, prosesnya membutuhkan air. Sedangkan jika simpanan glikogen habis dalam beberapa hari setelah karbohidrat dibatasi, itulah sebabnya penurunan berat badan yang signifikan terjadi. Namun, penurunan berat badan ini biasanya tidak bertahan lama.

Berat Badan Juga Bisa Naik Ketika Mengurangi Karbohidrat

Mengurangi Karbohidrat Bisa Mengurangi Berat Badan, Tetapi Juga Bisa Menaikkan Berat Badan, Ini Penjelasannya!
Ilustrasi berat badan/Foto: pexels.com/Andres Ayrton

Meskipun penurunan berat badan cukup umum terjadi saat mengonsumsi karbohidrat rendah, kamu juga bisa mengalami kenaikan berat badan, lho. Mengapa? Menurut ahli gizi yang dilansir dari Health Digest menjelaskan jika seseorang menjalani diet keto namun tetap mengonsumsi makanan berkalori tinggi seperti susu tinggi lemak, alpukat, minyak kelapa, potongan daging berlemak dan kacang-kacangan, tentu ini akan menaikkan berat badan.

Penelitian lain mendukung fenomena ini dikarenakan hasil penelitian tersebut menyatakan seseorang cenderung makan lebih banyak makanan yang tinggi lemak ketika mengurangi makanan berkarbohidrat.

Di sisi lain, lemak mengandung jumlah kalori per gram lebih tinggi dibandingkan dengan karbohidrat dan protein. Lemak sehat masih menjadi bagian penting dari setiap diet, tetapi makan terlalu banyak makanan yang mengandung lemak dapat membuat asupan kalori harian meroket dengan cepat.

Untuk itu, walaupun kamu berusaha untuk menurunkan berat badan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat, konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli gizi agar nutrisi tetap terpenuhi dan kamu juga mencapai berat badan yang diinginkan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id