sign up SIGN UP

Anak Remaja Sering Moody, Apakah Normal atau Tanda Depresi? Temukan Jawaban di Sini

Galih Konain Tata | Beautynesia
Selasa, 28 Jun 2022 13:45 WIB
Anak Remaja Sering Moody, Apakah Normal atau Tanda Depresi? Temukan Jawaban di Sini
caption
Jakarta -

Masa anak-anak dan remaja mungkin penuh dengan drama. Adanya tekanan dari lingkungan, seperti di sekolah, kehidupan sosial dan rumah, dan aktivitas lain merupakan tantangan yang cukup berat bagi mereka maupun orang tua.

Suasana hati seorang anak dapat berubah dari waktu ke waktu, dan stresornya dapat menyebabkan kesedihan, kemarahan, penarikan diri, lekas marah, atau ledakan emosi. Reaksi-reaksi ini mungkin membuat orang tua menyimpulkan bahwa anak mengalami depresi.

Nah, apakah hal tersebut merupakan moody atau gejala depresi?

Anak dan Orang Tua/ Pexels.com/ Arina Krasnikova
Anak dan Orang Tua/ Pexels.com/ Arina Krasnikova

Anak Sering Moody, Normalkah?

Melansir laman Legacy Pediatrics, depresi masa kanak-kanak adalah gangguan mental yang sama nyata dan seriusnya dengan depresi pada orang dewasa. Faktanya, banyak orang dewasa yang menderita gejala depresi pertama kali bahkan ketika masih remaja atau usia lebih muda. 

Namun, ada perbedaan antara depresi klinis dengan kegelisahan atau moody yang mereka rasakan sehari-hari. Karena anak-anak tidak selalu dapat mengidentifikasi atau menggambarkan gejala mereka sejelas orang dewasa, maka penting untuk mengetahui kapan harus memberikan pengawasan lebih serius, dan mengajaknya ke profesional.

Dikutip dari Futurity, berdasarkan jajak pendapat baru-baru ini, diketahui 40% orang tua mengatakan mereka berjuang untuk membedakan antara perubahan suasana hati yang normal dan tanda-tanda depresi pada anak. Pada saat yang sama, 30% mengatakan anak mereka pandai menyembunyikan perasaan.

Anak-anak/ Pexels.com/ Mikhail Nilov
Anak-anak/ Pexels.com/ Mikhail Nilov

Tanda-tanda Depresi pada Anak

Pada anak atau remaja, depresi klinis dapat dibuktikan dengan beberapa hal berikut:

  • ‌Kesedihan yang berkepanjangan, kecemasan, lekas marah, dan atau menangis. ‌
  • Kehilangan minat atau kesenangan dalam hobi dan aktivitas. ‌
  • Menarik diri dari lingkungan sosial. ‌
  • Merasa kelelahan dan atau berbicara lambat. ‌
  • Merasa gelisah. ‌
  • Sulit berkonsentrasi, mengingat, atau mengarjakan tugas sekolah. ‌
  • Perubahan nilai, kehadiran, dan atau perilaku di sekolah. ‌
  • Kualitas tidur memburuk. ‌
  • Perubahan nafsu makan dan/atau berat badan. ‌
  • Sakit atau nyeri di beberapa bagian tubuh dan masalah pencernaan yang tidak mereda dengan pengobatan. ‌
  • Upaya menyakiti diri dan/atau bunuh diri.

Nah, jika anak atau remaja menunjukkan beberapa gejala tersebut, Beauties bisa membuat jadwal dengan profesional, seperti psikolog anak. Dengan harapan mereka bisa membantu menentukan apa evaluasi dan perawatan yang sesuai, entah itu konseling rutin atau pengobatan. Beruntung, sudah banyak pilihan terapi efektif untuk menangani depresi klinis pada anak.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(fer/fer)

Our Sister Site

mommyasia.id