STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600

Kebiasaan Sehat Makan Buah Bisa Jadi Bumerang Jika Berlebihan, Ini 3 Gejalanya!

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Kamis, 03 Nov 2022 12:00 WIB
Kebiasaan Sehat Makan Buah Bisa Jadi Bumerang Jika Berlebihan, Ini 3 Gejalanya!

Buah terkenal dengan reputasinya sebagai salah satu makanan yang berguna untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tidak mengherankan apabila buah kerap dimasukkan ke dalam menu diet apa pun.

Namun, dilansir dari  laman Lily Nichols, ternyata buah juga bisa memberikan efek yang buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Jadi, kebiasaan sehat dengan makan buah sebanyak mungkin justru berbalik menjadi bumerang yang malah membuat pengonsumsinya mengalami gejala-gejala berikut ini!

Sering Kembung

Ilustrasi buah-buahan (Foto: Pexels/Magda Ehlers)
Ilustrasi buah-buahan (Foto: Pexels/Magda Ehlers)

Buah-buahan merupakan makanan yang kaya akan fruktosa. Kabar buruknya, tidak semua orang bisa mencerna atau menyerap fruktosa dalam jumlah besar sehingga buah bisa menjadi pemicu klasik untuk masalah perut bernama kembung. 

Para peneliti menyakini ada setidaknya 40 persen orang menderita kondisi yang disebut malabsorpsi fruktosa, yakni ketika fruktosa tidak dapat diserap secara efisien oleh usus kecil sehingga alih-alih memberi nutrisi pada tubuh, buah tertinggal di usus dan difermentasi oleh bakteri. Bakteri yang mengonsumsi fruktosa tersebut akan menghasilkan banyak gas yang membuat perut menjadi kembung.

Sulit Menurunkan Berat Badan

Jika mengonsumsi menu makanan diet hingga berhenti mengonsumsi soda, permen, cokelat, dan makanan olahan beku tidak kunjung membuat berat badanmu turun, maka mungkin kamu harus mulai memeriksa asupan buah yang dikonsumsi.

Ilustrasi buah-buahan (Foto: Pexels/Elle Hughes)
Ilustrasi buah-buahan (Foto: Pexels/Elle Hughes)

Memang, buah adalah alternatif yang lebih sehat jika dibandingkan makanan pencuci mulut atau makanan siap saji. Namun, buah bukanlah pengganti untuk semua makanan dan camilan karena bisa jadi kamu justru mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat.

Terlalu banyak karbohidrat akan membuat gula darah naik dan memicu pankreas melepaskan insulin untuk menurunkan gula darah, caranya adalah dengan mengubahnya menjadi lemak untuk disimpan.

Terus Ingin Mengonsumsi yang Manis-Manis

Jika kamu makan buah-buahan sebagai camilan, kamu akan dengan cepat menyadari bahwa kamu hanya akan merasa kenyang selama 30 menit pertama saja. Segera setelah itu, perutmu akan mulai kembali keroncongan.

Hal ini dikarenakan oleh ketiadaan kandungan protein atau lemak dalam buah-buahan yang dapat membuatmu tetap kenyang. Memang, buah mengandung serat yang sedikit membantu, tetapi itu tidak cukup untuk mencegah penurunan kadar gula darah setelah memakan buah.

Ilustrasi buah-buahan (Foto: Pexels/Suzy Hazelwood)
Ilustrasi buah-buahan (Foto: Pexels/Suzy Hazelwood)

Fruktosa dalam buah-buahan juga tidak akan memicu munculnya hormon leptin yang dapat memancing rasa kenyang, tetapi justru memunculkan hormon ghrelin yang memicu rasa lepar. Jadi, jangan heran jika kamu kesulitan untuk berhenti makan, tak peduli sebanyak apa pun buah yang tersaji di hadapanmu.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE