sign up SIGN UP

Sederet Kalimat yang Sering Diucapkan Ibu 'Narsistik' dan Apa Makna Sesungguhnya?

Galih Konain Tata | Beautynesia
Minggu, 22 May 2022 21:00 WIB
Sederet Kalimat yang Sering Diucapkan Ibu 'Narsistik' dan Apa Makna Sesungguhnya?
caption
Jakarta -

Beauties, apakah kamu dibesarkan oleh ibu yang narsistik? Apakah Beauties kerap merasa sakit hati dengan ucapan yang terlontar dari mulutnya ketika sedang marah atau keinginan yang tidak sesuai harapan mereka? Meski realita ini cukup menyiksa, tapi percayalah bahwa semua ini bukan kesalahan kamu, Beauties.

Ibu dengan gangguan kepribadian narsistik sering nggak konsisten dengan ucapan mereka. Ibu yang narsis jarang bersungguh-sungguh dengan apa yang mereka katakan, dan selalu ada pesan mendasar yang dienkripsi dalam percakapan dengan anak-anak mereka.

Mengancam anak/ Foto: pexels.com/ Monstera
Mengancam anak/ Foto: pexels.com/ Monstera

Kalimat Menyakitkan yang Kerap Diucapkan Ibu Narsistik

Ibu berkepribadian narsistik dapat mengatakan beberapa hal buruk kepada anak-anak mereka yang dapat menyebabkan masalah psikologis jangka panjang.

Berikut ini adalah lima hal ini sering dikatakan oleh ibu narsis kepada anak-anak mereka dan apa arti sesungguhnya. Apakah Beauties pernah mendengarnya?

Olahraga dan meditasi bisa jadi kegiatan seru dalam bonding sekaligus menyehatkan untuk ibu dan anakIlustrasi ibu dan anak. (foto: freepik.com)
  • “Kamu terlalu sering membuang waktu untuk mengikuti kelas menyanyi itu. Kamu perlu lebih banyak belajar hal akademis kalau ingin menjadi orang sukses.”

Ibu dengan gangguan narsistik selalu ingin mengontrol setiap aspek kehidupan anak-anak mereka. Sayangnya, hal ini mereka lakukan dengan tujuan ingin mengambil penghargaan atau citra diri atas setiap keberhasilan yang mungkin diraih oleh anak.

Orang tua narsis cenderung tidak mendukung sang anak untuk berprestasi di bidang seni atau non-akademik lainnya. Mereka berpikir bahwa jalur akademis menghasilkan peluang kesuksesan lebih tinggi.

Anak merasa tertekan/ Foto: pexels.com/ Alex Green
Anak merasa tertekan/ Foto: pexels.com/ Alex Green
  • “Sekarang setelah kamu tahu bagaimana harus bersikap dengan baik, ibu merasa nyaman untuk menyebutmu sebagai anak kesayanganku lagi.”

Meski terdengar manis, tapi dengan pernyataan seperti ini, ibu mengingatkan kepada anak bahwa cintanya bersyarat. Dengan cara ini, anak akan mencoba melakukan semua hal untuk bisa dianggap kesayangan oleh ibu. Meskipun mungkin saja upaya anak akan gagal

Seorang ibu haruslah mencintai anak-anaknya tanpa syarat. Bagaimana pun keadaan anak sudah sepantasnya diterima dan selalu diberi arahan kepada hal-hal yang lebih baik.

Keadaan emosional anak/ Foto: pexels.com/ Cottonbro
Keadaan emosional anak/ Foto: pexels.com/ Cottonbro
  • “Anaknya teman ibu hebat ya, sekarang gajinya sudah 2 digit. Pasti bangga deh orang tuanya.”

Pernyataan semacam itu sengaja diucapkan oleh ibu narsis untuk mempermalukan anak-anak mereka agar bisa berbuat hal yang jauh lebih hebat lagi. Ibu dengan gangguan kepribadian narsistik ini kerap menempatkan harapan yang justru melumpuhkan anak-anak mereka.

Mereka mengharapkan anak-anak bisa menjadi yang paling unggul dalam segala hal, dan jika si anak tidak berhasil, ibu narsis nggak segan untuk membuat anak merasa bodoh atau merasa bersalah. Salah satu caranya adalah dengan membandingkan dengan anak-anak yang dianggap lebih baik.

Ciri ibu narsistik/ Foto: pexels.com/ Monstera
Ciri ibu narsistik/ Foto: pexels.com/ Monstera
  • Teman-teman ibu selalu bilang kamu anak nakal yang manja, tapi ibu membelamu.”

Seorang ibu yang narsis akan memberi label anak dengan sebutan manja jika berani untuk mengutarakan pendapatnya sendiri. Anak nggak diperbolehkan untuk memiliki pikiran, perasaan, atau gagasan yang mandiri berkaitan dengan hidup si anak.

Apabila anak tidak sejalan dengan keinginannya, itu berarti anak menantang orang tuanya. Jadi, ibu narsis akan membuat tindakan manipulatif yang akhirnya membuat anak mau menyesuaikan diri dengan keinginan orang tua.

  • Ibu menjadi kasar seperti ini karena kamu tidak tahu bagaimana cara bersikap yang baik!”

Sekali lagi, ibu yang narsis akan mengatakan apa saja untuk mengendalikan anak-anaknya. Meskipun pada kenyataannya ibu tidak benar-benar ingin bersikap kasar. Namun, apa yang ia inginkan adalah agar anak mau bertindak seperti anak yang selalu patuh setiap saat.

Dia memiliki harapan yang bahkan tidak realistis, tapi anak dipaksa mampu untuk membaca pikirannya dan bisa memenuhi setiap kebutuhannya tanpa ia harus mengatakan apapun. Ini adalah hal yang cukup mustahil, ya, Beauties.

Apakah kamu cukup familiar dengan kalimat-kalimat yang sering diucapkan oleh ibu dengan narcissistic personality disorder di atas, Beauties?

Pada dasarnya, ibu yang narsis hanya memiliki satu tujuan - yakni memanipulasi dan mengontrol anak-anak mereka. Mereka bisa menghujani anak-anak dengan cinta dan perhatian selama anak bisa membuatnya merasa baik dan selalu memenuhi kebutuhannya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(fer/fer)

Our Sister Site

mommyasia.id