sign up SIGN UP

Jangan Di-Skip! Ini 3 Kondisi Kulit yang Tidak Boleh Terpapar Sinar Matahari Terlalu Lama

Sri Widia | Beautynesia
Senin, 06 Jun 2022 08:45 WIB
Jangan Di-Skip! Ini 3 Kondisi Kulit yang Tidak Boleh Terpapar Sinar Matahari Terlalu Lama
caption
Jakarta -

Menghabiskan waktu di luar adalah cara yang bagus untuk aktif secara fisik dan mengurangi stres. Ketika melakukan aktivitas di luar ruangan, tentu akan terpapar sinar matahari.

Sinar matahari baik untuk kesehatan karena dapat merangsang produksi vitamin D dan membantu mengendalikan beberapa kondisi kulit kronis seperti psoriasis, misalnya.

Pada kondisi tertentu, ada kulit yang memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap matahari. Oleh karena itu tidak dianjurkan terpapar matahari dalam waktu yang lama. Dilansir dari Garnier USA, kondisi kulit berikut tidak boleh kena matahari lama- lama. Yuk disimak!

Kulit Kering

Kulit Kering Sensitif Sinar Matahari/ unspalsh.com/ Onela Ymeri
Dry Skin/ unspalsh.com/ Onela Ymeri

Kulit yang terpapar sinar matahari dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan kehilangan kelembapan dan minyak alami yang diproduksi oleh kulit. Kulit kering lebih sensitif terhadap sinar matahari karena stratum korneum (lapisan terluar kulit) rentan mengalami kerusakan oleh paparan sinar matahari. Jadi, ketika terjadi kerusakan, lapisan ini menebal dan mengalami dehidrasi yang menyebabkan kulit kasar dan bersisik.

Selain itu, sinar matahari juga dapat merusak elastisitas kulit sehingga menyebabkan kerutan. Jadi jika kamu memiliki kulit kering jangan berada di bawah sinar matahari terlalu lama ya, karena dapat memperburuk kondisi kulitmu. Akan tetapi, jika mengharuskan kamu beraktivitas di luar ruangan dan terpapar sinar matahari, kamu dapat melindungi kulit kering dengan tabir surya.

Kulit Sensitif

Sensitive Skin/ pexels.com/ Cottonbro
Sensitive Skin/ pexels.com/ Cottonbro

Kulit sensitif adalah kulit yang mudah teriritasi atau bisa dikatakan lebih rewel daripada kulit normal. Kulit jenis ini lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari karena kulit sensitif memiliki struktur yang lebih lemah dan kurang kebal terhadap sinar matahari.

Ketika kulit sensitif terlalu lama terpapar sinar matahari biasanya akan mengakibatkan ruam dan gatal. Jika akan terkena sinar matahari jangan lupa aplikasikan tabir surya untuk melindungi kulit sensitifmu.

Kulit Terang

Fair Skin/ pexels.com/ Min An
Fair Skin/ pexels.com/ Min An

Kulit putih atau fair skin memiliki lebih sedikit melanin daripada kulit yang lebih gelap sehingga lebih sedikit perlindungan alami kulit terhadap sinar matahari. Fair skin tidak dianjurkan berjemur untuk memperoleh vitamin D dari sinar matahari, karena minimnya perlindungan alami pada fair skin mengakibatkan efek buruk seperti menyebabkan kanker kulit.

Jika ingin mendapatkan vitamin D, sebaiknya berkonsultasi pada dokter atau ahlinya untuk mendapatkan alternatif vitamin D. Untuk itu, bagi kamu berkulit terang atau memiliki fair skin sebaiknya jangan terpapar sinar matahari terlalu lama dan jangan lupa untuk menggunakan tabir surya supaya kulit dapat perlindungan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fer/fer)

Our Sister Site

mommyasia.id