STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600

Ternyata Cuaca Panas Bisa Memperburuk Kondisi Kesehatan Mental, Ini Alasannya!

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Minggu, 13 Nov 2022 09:30 WIB
Ternyata Cuaca Panas Bisa Memperburuk Kondisi Kesehatan Mental, Ini Alasannya!

Suhu udara yang meningkat dapat menghadirkan perasaan yang tidak menyenangkan bagi siapa pun. Kondisi ini meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti sengatan panas, kelelahan, hingga masalah jantung dan pernapasan.

Dilansir dari Everyday Health, sekumpulan bukti telah menunjukkan bahwa cuaca yang panas juga dapat memberikan konsekuensi berbahaya bagi kesehatan mental, terutama bagi orang-orang dengan kondisi masalah kejiwaan. Apa alasannya? Simak ulasannya berikut ini!

Cuaca Panas dapat Menghambat Fungsi Otak

Ilustrasi cuaca (Foto: Pexels/MarcTutorials)
Ilustrasi cuaca (Foto: Pexels/MarcTutorials)

Peningkatan suhu ekstrem dapat membawa banyak masalah pada cara kerja otak. Sebuah bagian pada otak yang dinamakan hipotalamus—yang berfungsi untuk menjaga suhu tubuh tetap normal serta menjaga fungsi dasar seperti lapar, haus, emosi, tekanan darah, gairah seksual, dan tidur—tidak dapat berfungsi normal ketika seseorang yang mengalami kondisi kesehatan tertentu terekspos pada suhu panas yang tinggi.

Penelitian juga menunjukkan bahwa suhu panas yang tinggi dapat menghambat kerja ingatan dan perhatian. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada 10 Juli 2018 di jurnal PLoS Medicine, seorang mahasiswa yang belajar di ruangan tanpa AC selama cuaca panas menunjukkan performa yang lebih buruk hingga 13,4 persen dibandingkan mahasiswa yang belajar di kondisi lain.

Kondisi Mental Tertentu Memengaruhi Respons terhadap Panas

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa suatu kondisi gangguan kesehatan mental dapat memiliki dampak buruk pada termoregulasi dalam tubuh. Termogulasi adalah kemampuan tubuh untuk tetap berada pada suhu normal.

Menurut penelitian yang dipublikasi dalam jurnal Schizophrenia Research, ditemukan fakta bahwa penderita schizophrenia mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri pada cuaca panas dibandingkan orang lain.

Sementara itu, dalam studi lebih mutakhir yang dipublikasikan pada Desember 2021 dalam Environmental Science and Pollution Research International, para ilmuwan menemukan fakta bahwa cuaca panas dikaitkan dengan peningkatan risiko rawat inap bagi para penderita schizophrenia.

Suhu Panas Membuat Lebih Susah Tidur

Sulit tidur/freepik.com/jcompIlustrasi sulit tidur/Foto: freepik.com/jcomp

Ketika cuaca panas, semua orang pasti akan kesulitan untuk tidur. Para ahli percaya bahwa kurangnya kualitas tidur dapat memberikan efek riak pada orang-orang yang memiliki kondisi gangguan kesehatan mental. Penelitian telah membuktikan bahwa kurang tidur dapat membuat seseorang mengalami gejala gangguan emosi, seperti kecemasan hingga yang paling buruk, yakni depresi.

Meningkatnya Risiko Dehidrasi

Perbanyak Minum Air Mineral dan Hindari Minuman Manis / foto : pexels.com/AndreaPiacquadioIlustrasi minum air putih/Foto: Pexels.com/AndreaPiacquadio

Dilansir dari Mayo Clinic, seseorang akan cenderung mengalami dehidrasi ketika terjadi peningkatan suhu ekstrem. Bagi orang dengan kondisi gangguan kesehatan mental, dehidrasi dapat mengganggu fungsi kognitif dan efektivitas dari pengobatan sehingga dapat memperburuk gejala gangguan mental yang mereka alami.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE