STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Orangtua Juga Bisa Jadi Pelaku Bullying pada Anak Lewat Kekerasan Emosional, Ini Tanda-Tandanya!

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Kamis, 08 Dec 2022 07:30 WIB
Orangtua Juga Bisa Jadi Pelaku Bullying pada Anak Lewat Kekerasan Emosional, Ini Tanda-Tandanya!

Mendidik anak bisa menjadi tugas yang sulit, terutama bagi orangtua yang punya banyak kewajiban, seperti mencari nafkah. Meskipun begitu, ada banyak tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan oleh orangtua demi kesejahteraan anaknya, baik secara fisik maupun mental.

Salah satu hal yang tergolong sebagai bentuk pengabaian adalah kecenderungan orang tua untuk tidak menaruh perhatian kepada emosi yang dimiliki anak. Bahkan, bisa merujuk ke perilaku kekerasan emosional.

Perilaku kekerasan emosional ini bisa membuat orangtua sama buruknya dengan pelaku perundungan atau bullying pada anak-anaknya. Dilansir dari Bustle, inilah tanda yang menunjukkan bahwa orang tua melakukan kekerasan emosional pada anaknya!

Menyepelekan Perasaan Anak

Ilustrasi parenting (Foto: Pexels/Tatiana Syrikova)
Ilustrasi parenting (Foto: Pexels/Tatiana Syrikova)

Tanda pertama dari keluarga yang menunjukkan perilaku kekerasan secara emosional adalah ketika pertukaran emosi berjalan secara sepihak. Dalam keluarga seperti ini, emosi yang dirasakan anak tidak relevan atau tidak dianggap sebanding dengan perasaan orang tua.

Orang tua yang melakukan kekerasan secara emosional kerap tidak akan memvalidasi perasaan anak tanpa mengkritik mereka terlebih dahulu. Belum lagi ketika orang tua menunjukkan emosi dramatis terhadap tindakan yang sebenarnya normal, misalnya menyebut anak bodoh hanya karena tersandung karpet.

Dalam situasi ini, anak-anak akan tertekan dalam dua macam situasi, yakni situasi di mana mereka harus menghadapi emosi orang tua yang bermasalah dan berlebihan serta situasi di mana mereka merasa bahwa pikiran dan perasaan mereka tidak benar-benar penting.

Sering Menggunakan Kalimat Hinaan

Tanda berikutnya dari adanya tindakan emotional abuse yang dilakukan orang tua adalah situasi ketika orang tua mengucapkan kata-kata kasar atau hinaan kepada buah hatinya. Jika jarang dilakukan, tindakan ini terbilang wajar walaupun memang tidak seharusnya dilakukan. Namun, ketika hinaan dan ejekan yang dilontarkan dilakukan terus menerus, maka hal ini sudah tergolong kekerasan secara emosional.

Ilustrasi parenting (Foto: Pexels/Ksenia Chernaya)
Ilustrasi parenting (Foto: Pexels/Ksenia Chernaya)

Selain menghina anaknya sendiri, menghina orang tua dari anak lain di depan anak-anaknya dan membuat orang tua lain terlihat lebih buruk atau jahat dibandingkan orang tuanya sendiri juga tergolong tindak kekerasan secara emosional.

Mengontrol Emosi Anak

Tidak hanya mengontrol secara tindakan, orang tua juga bisa mengontrol emosi anak-anaknya dengan kalimat-kalimat manipulatif sejenis, “Kamu beruntung punya orang tua” atau “Nasib anak-anak lain jauh lebih buruk dari kamu”.

Orang tua dengan kecenderungan melakukan manipulasi secara emosional biasanya berharap anak akan memenuhi tuntutan emosionalnya dan akan menghukum anak ketika menunjukkan kemandirian secara emosional atau membuat orang tuanya terlihat buruk.

Ilustrasi parenting (Foto: Pexels/August de Richelieu)
Ilustrasi parenting (Foto: Pexels/August de Richelieu)

Orang tua dengan kecenderungan melakukan emotional abuse akan melihat anak-anaknya sebagai aksesoris untuk menyenangkan orang lain dan mereka akan memanipulasi emosi anak agar bisa menunjukkan kesan yang baik di depan umum.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE